Trend Baru Michael Kors0 Komentar

Oleh Raden Maheswara
Diposting pada 07 Jul 2010 jam 3:11pm

DIPUJA berkat koleksinya yang sukses merefleksikan citra American fashion, Michael Kors menjadi desainer kesayangan kaum jetset,sekaligus favorit masyarakat Amerika.

Pria yang lahir pada 9 Agustus 1959 ini sejak kecil memang sudah lekat dengan glamorama dunia fashion; karena sang ibu, Joan Anderson Kors Krystosek, berprofesi sebagai model. Terlebih, Kors, yang bernama asli Karl Anderson, tinggal di Long Island, tidak jauh dari pusat mode New York. Namun, Kors baru bersentuhan dengan fashion pada usia 19 tahun ketika memilih melanjutkan studinya di jurusan fashion design di Fashion Institute of Technology (FIT), New York.

Pada 1981, Kors merilis lini pertamanya– Michael Kors Womenswear, yang langsung dijual di department store premium termasuk Bloomingdales, BergdorfGoodman, Lord & Taylor, Neiman Marcus, dan Saks Fifth Avenue. Sebelum merilis koleksi pribadinya, Kors menimba pengalaman di butik Lothar’s di New York, di mana koleksinya menarik perhatian pihak media.

Tidak hanya itu, gaya rancangannya yang mencitrakan American sportswear langsung menarik perhatian para fashionista serta pelaku mode internasional, yang kemudian membawanya ke Prancis menjadi direktur kreatif untuk rumah mode Celine.

Di tangan Kors, Celine berubah wajah. Gaya rancangan klasik Celine dipermanis dengan ragam aksesori apik yang membuat label tersebut mencapai sukses sebagai lini ready-to-wear inovatif. Enam tahun bersama Celine, Kors memutuskan untuk kembali menggarap labelnya. Pada 2003, Kors mundur dari jabatannya di Celine, setelah setahun sebelumnya merilis lini Michael Kors Menswear.

Kors pun menambah lini produknya dengan melansir lini sekunder MICHAEL Michael Kors dan KORS Michael Kors pada 2004, yang ditujukan bagi kaum muda.

“Kedua lini tersebut memiliki perbedaan, di mana KORS merupakan lini peralihan yang berada di antara koleksi runway dan koleksi MICHAEL,” ujar Kors, yang mengatakan bahwa lini MICHAEL merupakan gaya yang lebih sederhana. Sementara itu, KORS tampil lebih kasual dalam gaya muda dengan denim serta t-shirt bermotif grafis.
Saat ini Kors memiliki flagship store di New York, Beverly Hills, Palm Beach, Manhasset, Chicago, serta London, yang baru saja diresmikan April lalu.

“Ketika berkhayal mengenai pembukaan flagship store, saya memimpikan kota-kota seperti New York, Los Angeles, Milan, dan London. Dan sekarang, pembukaan toko di New Bond Street, London menjadi perwujudan mimpi tersebut,” ujar desainer yang memiliki barisan klien selebriti seperti Jennifer Lopez, Charlize Theron, Gwyneth Paltrow, Liv Tyler, Angelica Houston, Sigourney Weaver, serta Sharon Stone.

Selanjutnya, toko Kors di London akan menjadi yang pertama dari rangkaian 25 toko di Eropa dalam jangka waktu tiga tahun. Berkenaan dengan red carpet, Kors bukanlah nama asing, melainkan langganan para selebriti. Salah satunya Joan Allen yang mengenakan rancangan Kors saat menerima penghargaan best actress dalam Academy Award.

Sementara Jennifer Garner, tampil apik berbalut koleksi custom made dari Kors saat menjadi pembawa acara Academy Award 2006. Tidak hanya di atas karpet merah, koleksi Kors juga populer di layar lebar, seperti yang dikenakan Gweyneth Paltrow untuk film Possession atau Cate Blanchett dalam film ”Bandits”. Kors juga merancang busana-busana cantik yang dikenakan Rene Russo dalam film “The Thomas Crown Affair”.

Kors menjadi favorit karena gaya rancangannya yang sangat bergaya American fashion dan bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Salah satu kritikus mode, Amy Spindler dari New York Times, mengatakan bahwa Michael Kors selalu mendesain dengan integritas. “Sangat menyenangkan melihat fashion berada di jalur yang tepat, seperti yang selalu dilakukan Kors. Koleksinya selalu simpel, cantik, dan sangat wearable,” paparnya.


Baca Juga:
Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *