Tag Posting ‘Dituduh’

Kim Kardashian Dituduh Pekerjakan Buruh Tak Manusiawi

Diposting pada 22 Dec 2011 jam 7:55am

eGosip.com – Brand busana milik Kardashian bersaudari mendapat tuduhan yang tidak mengenakan. Majalah Star menulis bahwa tiga lini busana mereka dibuat dengan cara yang tidak manusiawi.

Laporan yang ditulis majalah Star yang diterbitkan pada Rabu (21/12/2011) menjelaskan bahwa pabrik yang membuat tiga lini busana Kardashian yaitu, ‘K-Dash by Kardashian’, ‘Kris Jenner Kollection’ dan ‘ShoeDazzle’ (Kim merupakan salah satu pendiri perusahaan sepatu ini) mempekerjakan buruh pabrik dengan kondisi seperti ‘berada di penjara’.

Para buruh pabrik tersebut hanya diberi upah sebesar US$ 1 atau sekitar Rp 9 ribuan tiap satu jam. Di pabrik yang terletak di Guangdong, China itu, buruh pabrik harus menghabiskan sekitar 84 jam tiap minggunya, tanpa difasilitasi AC dan penuh sesak sehingga mereka tidak dapat berdiri atau meregangkan tubuh selama bekerja. Para buruh tersebut bahkan perlu mendapatkan izin terlebih dulu jika mereka ingin pergi ke toilet.

Charles Kernaghan, direktur eksekutif Institute for Global Labour and Human Rights, mengatakan,” Kami sedang dalam proses konfirmasi pada beberapa pabrik tertentu. Pabrik-pabrik itu memperkerjakan orang dengan sangat buruk. Anda tidak bisa mendengarkan musik, tidak bisa berdiri dan melakukan peregangan. Ketika mendapat izin menggunakan toilet, Anda hanya mendapat waktu 4 menit.”

Menanggapi tuduhan itu, juru bicara keluarga Kardashian mengatakan bahwa Kim, Kourtney, Khloe dan sang ibu, Kris melihat klaim tersebut sebagai masalah yang sangat serius. Jill Fritzo menjelaskan, “Ini merupakan pertama kalinya kami mendengar hal tersebut dan menanggapinya dengan sangat serius. Kami tidak akan pernah memaafkan ini. Kami saat ini sedang menyelidiki kasus itu.”

Sekarang, organisasi menuntut agar keluarga Kardashian segera menarik produksi mereka dari China dan menggunakan buruh pabrik di Amerika sebagai gantinya. Kernaghan berharap bahwa Kim dan keluarganya mau bertindak tegas mengenai masalah buruh pabrik itu.

“Kim, sebagai contoh, harus mengatakan, ‘Semua tidak harus selalu tentang saya, saya dan saya.’ Dia harus melakukan sesuatu dan tidak meninggalkan kerusakan pada kondisi wanita dan anak dibelakangnya. Jika ia berdiri dan mengatakan, ‘Saya mau memproduksi barang saya di Chicago atau Los Angeles, agar saya bisa memastikan kondisi pekerja buruh dengan manusiawi,’ maka ia akan mengambil pilihan tepat,” ujar Kernaghan.

Iklan Perhiasan ‘Kate Moss’ Dituduh Menjiplak

Diposting pada 20 Dec 2011 jam 7:55am

eGosip.com

Supermodel Kate Moss menjadi bintang iklan koleksi perhiasannya yang dirilis oleh brand Fred. Iklan tersebut disebut-sebut sebagai hasil jiplakan.

Seperti dikutip Daily Mail, belum lama ini Moss membintangi iklan perhiasan karya desainer Prancis, Fred. Perhiasan tersebut dibuat terinspirasi dari tato model cantik asal Inggris itu.

Dalam iklan tersebut, Moss yang diprotet oleh Sonia Keff tampak berpose dengan kedua tangan berada di depan dadanya. Berbagai cincin menghiasi jari-jari wanita 37 tahun itu.

Iklan Moss itu rupanya sangat mirip dengan iklan yang ia bintangi setahun lalu. Pada 2010, istri musisi Jamie Hince tersebut jadi model untuk koleksi perhiasan Spring 2011 David Yurman.

Fotografer Peter Lindbergh yang memotret Moss untuk Yurman. Model dengan tinggi 172 cm itu tampak berpose dengan mengangkat tangan kanannya ke depan dadanya. Kepalanya sedikit diangkat ke atas, mirip dengan posenya untuk iklan Fred.

Kemiripan iklan Fred dengan Yurman itu kini membuat berang pihak Yurman. “Kampanye Fred sangat mirip dengan salah satu iklan David Yurman setahun lalu,” ujar juru bicara pihak Yurman.

“Kalau kalian memimpin di satu kategori, kalian jadi terbiasa dicontek orang lain. Tapi kami percaya, konsumen tahu perbedaannya,” tambah sang juru bicara.

Victoria’s Secret Dituduh Pekerjakan Paksa Anak-anak

Diposting pada 19 Dec 2011 jam 10:55pm

eGosip.com – Brand lingerie Victoria’s Secret mendapat tuduhan tidak menyenangkan. Majalah Bloomberg menulis, brand asal AS itu mempekerjakan anak-anak secara paksa untuk memetik kapas yang digunakan sebagai bahan lingerie.

Dalam tulisannya, majalah Bloomberg Market menulis soal mimpi buruk seorang anak berusia 13 tahun, Clarisse Kambire dan enam anak lainnya. Semua anak-anak itu bekerja di perkebunan kapas di Burkina Faso, Afrika Barat.

Perkebunan tersebut menjual hasil tanam mereka pada Victoria’s Secret. Kawasan Burkina Faso dikenal sebagai tempat yang banyak menggunakan anak-anak sebagai buruh.

Pada Bloomberg, Clarisse berkisah bagaimana dia dipaksa bekerja di perkebunan tersebut. Pada tahun ini Clarisse menggali dengan tangan lebih dari 500 baris tanaman. Petani yang mempekerjakannya memilih menggunakan tenaga manusia (dalam hal ini anak-anak) karena dia tidak mampu membeli alat untuk membajak.

Setelah menanam, Clarisse juga harus membantu si petani memanen tanamannya. Jika dia bekerja lambat, si petani akan memukulnya dengan batang pohon.

Kapas yang dipanen oleh Clarisse dan anak-anak lainnya di Burkina Faso itu kemudian dikirim ke pabrik-pabrik di Srilanka dan India. Di dua negara itulah lingerie Victoria’s Secret dibuat.

“Made with 20 percent organic fibers from Burkina Faso,” begitu tulisan di label lingerie tersebut yang dijual Oktober lalu.

Juru bicara perusahaan Victoria’s Secret langsung menanggapi tulisan dan tuduhan tersebut. Mereka kini tengah melakukan investigasi soal kasus mempekerjakan anak secara paksa ini.

“Kami serius menangani tuduhan ini. Mereka menggambarkan hal yang sebenarnya bertentangan dengan nilai perusahaan kami dan aturan perburuhan serta standar kami. Standar kami secara khusus menyebutkan melarang mempekerjakan anak-anak,” ujar sang juru bicara.

Iklan

Posting Lainnya

Arsip Berita

November 2018
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
« Jan    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930