Meriam Bellina

Foto ini diposting pada 17 Dec 2012 jam 9:02pm

Meriam Bellina adalah aktris Indonesia kelahiran Bandung, Jawa Barat, 10 April 1965. Wanita bernama lengkap Ellisa Meriam Bellina Maria Bamboe itu sebelum menjadi aktris ia adalah seorang pramugari Garuda Indonesia, namun ia keluar dar SMAK Dago Bandung pada saat kelas II dan menjadi gadis sampul di majalah Gadis.

Putri dari Maria Theresia dan G.H. Bamboe ( seorang pembuat kaki palsu) itu memerankan film pertamanya yaitu perawan – perawan yang ia bintangi ketika masih remaja. Pada tahun 1984 ia mendapat penghargaan Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita terbaik dalam film Cinta di Balik Noda. Pada saat itu nominasi FFI 1984 saingannya cukup berat, diantaranya ada Christine Hakim, Jenny Rachman, Zoraya Perucha, dan Lidya Kandou.

Karirnya di dunia entertainment pun mulai mencuat lewat film Catatan si Boy. Meskipun mempunyai bakat sebagai aktris drama, akhir-akhir ini ‘Si Mer’ lebih aktif dalam sinetron yang bernuansa komedi. Di tahun 1990 ia pun kembali membawa pulang Piala Citra lewat film berjudul ‘Taksi’.

Kehidupan pribadinya tak semulus kariernya di layar putih dan sebagai penyanyi pop. Ia mengeluarkan album antara lain Simfoni Rindu, Untuk Sebuah Nama, dan Belajar Menyanyi dengan lagu-lagu andalan begitu Indah. Lirik lagu  yang berbau pesimis miliknya sempat mendapat sensor pada saat pemerintahan Soeharto.

Lagu – lagu ciptaan Pance F. Pondaag itulah yang menjadi bahan persoalan karena Meriam Bellina telah menikah dan bercerai dua kali dengan produser film. Wajah Indonya (blesteran Makassar-Jawa-Jerman-Sunda-Belanda) itu membuat seorang penulis Belanda bernama Ivan Wolffers. Sang penulis itu menggambarkan rasa kagum dan menuangkan obsesinya kedalam sebuah novel Liefste, mijn liefste pada tahun 1992, sayang oh sayangku. Karya itu pun laris manis dengan berhasil menjual lebih dari 10.000 buku di negeri Belanda sendiri.

Meriam Bellina cukup berani untuk beradegan panas sehingga ia pernah mendapat gelar sebagai Bom Seks Indonesia (Film Roro Mendut di tahun 1982 ketika itu sampai dibatalkan di Festival Film Indonesia di Tropenmuseum Amsterdam karena perannnya dianggap terlalu sensual). Kepiawaiannya dalam berakting membuat dirinya mendapat julukan Magma Perfilman Indonesia.

Bellina adalah satu-satunya aktris Indonesia yang selalu berkarya tiap bulan tiap tahun tanpa jeda waktu dari tahun 1981. Di Indonesia belum ada aktris yang seproduktif dia. Mer adalah perpaduan Mutu dan Komersil. Di tengah persaingan dunia entertainment di Indonesia ia tetap esksis, bukti eksistensinya dapat dilihat dari hasil karyanya baik itu film, sinetron, nyanyi, ataupun iklan.

Bukti prestasinya di dunia film menuai tiga Piala Citra, film – film itu antara lain ‘Cinta di Balik Noda (1984), Taksi (1990), Get Married (2007). Di dunia sinetron pun ia juga mendapat penghargaan Piala Vidia pada tahun 1994 lewat sinetron Aku Mau Hidup.

Tanggal 23 Maret 2012, Meriam Bellina mendatangi Mapolda Metro Jaya guna untuk melaporkan kondang Hotman Paris Hutapea karena tuduhan penganiayaan. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 10 April 2009 ketika dirinya pulang dari Gereja. Pengacara kondang itu dituduh memukul dan menampar Mer sehingga hidung mer pun retak, selain itu juga didapati luka di leher sampai telinga mengeluarkan darah.

Lihat Foto

(Baca Komentar or Balas Komentar)

« Foto Sebelumnya Foto Selanjutnya »

Anda Melihat Foto Nomor 1 Dari Total 5 Foto.

« Foto Sebelumnya Foto Selanjutnya »

Anda Melihat Foto Nomor 2 Dari Total 5 Foto.

« Foto Sebelumnya Foto Selanjutnya »

Anda Melihat Foto Nomor 3 Dari Total 5 Foto.

« Foto Sebelumnya Foto Selanjutnya »

Anda Melihat Foto Nomor 4 Dari Total 5 Foto.

« Foto Sebelumnya Foto Selanjutnya »

Anda Melihat Foto Nomor 5 Dari Total 5 Foto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan