November 18th, 2019

Barbie Kumalasari Dekati Kriss Hatta, Ibunda Bela Begini

Diposting pada 18 Nov 2019 jam 5:49pm

Baru-baru ini, Barbie Kumalasari kembali menjadi perbincangan lantaran membelikan baju untuk Kriss Hatta. Ia pun memamerkan momen belanja bersama ibunda Kriss Hatta di Insragram.

Dikonfirmasi soal hal tersebut, ibunda Kriss Hatta, Tuty Suratinah pun mengungkap. Menurut Tuty, ia tak sengaja bertemu dengan Barbie Kumalasari saat sedang belanja.

Menurut Tuty Suratinah, Barbie Kumalasari berlaku adil pada Kriss Hatta dan suaminya, Galih Ginanjar. Ia memberikan jumlah baju sama rata.

“Kurang lebih ada kali enam buat Galih. Kriss juga enam. Sama rata,” jelasnya.

Sang ibu juga mengimbau netizen agar tidak menghujat Barbie Kumalasari panjat sosial. Sebab, siapapun berhak dekat dengannya.

“Jangan bilang pansos. Siapapun boleh jalan sama mamanya Kriss. Kan mamanya bukan artis,” jelasnya.

sumber : suara.com

Review : Frozen II Mengupas Masa Lalu Elsa dan Anna

Diposting pada 18 Nov 2019 jam 5:36pm
Frozen II

Asal muasal Elsa mempunyai kekuatan sihir akhirnya terkuak dalam film Frozen 2. Tak seperti sebelumnya, sutradara Chris Buck dan Jennifer Lee kali ini lebih mengedepankan perjuangan Elsa dalam membongkar kehidupan masa lalu.

Adegan sendiri dibuka saat Raja Agnarr yang memimpin Arrendelle menceritakan perihal adanya hutan misterius kepada kedua anaknya, Elsa dan Anna kecil. Dulunya, hutan itu dihuni oleh suku Northuldra.

Saat itu, Raja Pabbie (ayah Raja Agnarr) memberikan hadiah kepada suku Northuldra sebuah bendungan tinggi sebagai salam perdamaian. Sampai akhirnya kejadian tidak terduga pun terjadi.

Anna dan Elsa di film Frozen Fever. (Disney)

Raja Agnarr mengatakan kepada Elsa dan Anna bahwa suku Northuldra dan Arrendelle tiba-tiba terlibat perang berdarah di hutan tersebut. Aksi mereka pun membuat keempat roh suci yang terdiri dari tanah, api, air dan angin di sana marah.

Hutan itu kini diselimuti kabut tebal dan tidak bisa dimasuki lagi sebagai wujud kutukan dari para roh. Beruntungnya di antara semua yang berada di sana, cuma Raja Agnarr yang berhasil selamat dan kembali ke Arrendelle.

Kemudian scene beralih saat Elsa dan Anna dewasa. Elsa yang kini memimpin Arrendelle mendengar suara panggilan dari arah hutan tersebut. Hanya Elsa yang mendengar, sedangkan Anna dan kawan-kawan tidak.

Awalnya sang ratu sempat mengabaikan panggilan itu. Sampai akhirnya kejadian menimpa Arrendelle. Tempat yang dipimpinnya mendadak diserang roh yang berasal dari hutan persis seperti yang diceritakan Raja Agnarr.

Demi menyelamatkan rakyatnya, Elsa pun menuju ke hutan itu untuk mencari jawaban. Tidak sendirian, dia turut ditemani oleh Anna, Kristoff, Olaf dan Sven. Dari sinilah cerita Frozen 2 yang sesungguhnya dimulai.

Frozen II

Film produksi Walt Disney Animation Studios ini tidak hanya mengedepankan kekuatan keluarga antara Elsa dan Anna, tapi ada juga kekuatan persahabatan hingga percintaan yang dihadirkan selama petualangan mereka berlangsung.

Penonton tentu tidak akan bosan mengingat konflik yang ditawarkan Frozen 2 lebih segar. Elsa yang awalnya cuma berniat menyelamatkan Arrendelle tapi malah berakhir tahu darimana sihirnya berasal.

Selanjutnya, penonton juga akan diberitahu mengenai penyebab utama kematian orangtua Elsa dan Anna yang cukup mengejutkan. Ditambah, ending cerita yang disajikan pun tidak bakal pernah kalian duga.

Emosi penonton akan teraduk-aduk selama film bergulir. Ada momen dimana kalian akan tertawa saat Olaf mulai beraksi dengan kekonyolannya. Lalu ada juga scene yang bisa membuat mata berkaca-kaca.

Yang pasti perjuangan Elsa dkk dalam film ini tidaklah mudah. Banyak rintangan yang mereka lalui khususnya ketika berada di hutan misterius itu.

Kristof dan Sven di film Frozen. (Disney)

Sama seperti sebelumnya, para pengisi suara Frozen 2 masih diambil alih oleh Kristen BellI (Anna), Idina Menzel (Elsa), Josh Gad (Olaf) dan Jonathan Groff (Kristoff).

Secara keseluruhan soundtrack yang ditawarkan Frozen 2 juga lumayan cukup ear catching. Setiap pemeran memiliki lagunya sendiri dengan porsi lirik maupun musik yang luar biasa.

Rencananya, Frozen II akan tayang secara serentak di bioskop Tanah Air pada 20 November 2019.

sumber : suara.com

Permalink  |  Dengan Tag: , ,

Batal Konser, Lauv Berencana Datangi Jakarta Lagi.

Diposting pada 18 Nov 2019 jam 4:51pm

 Lauv akan menggelar konser di Jakarta dalam rangka tur Asia dari rangakaian ‘how i’m feeling world tour ‘.

Konser tersebut akan digelar pada 27 Juni 2020 di Istora Senayan, Jakarta Pusat dengan mxmtoon sebagai pembuka.

Dalam tur Asia tersebut, Jakarta bukan satu-satunya kota yang disambangi oleh pelantun ‘I Like Me Better’ itu.

Untuk menonton konser Lauv, tiket diperjualbelikan dalam tiga kategori dengan harga Rp 765.000 (Tribune 2), Rp 915.000 (Tribune 1) dan Rp 1.115.000 (Festival).

Ini bukan kali pertama Lauv tampil di Jakarta, sebelumnya, ia pernah manggung di festival musik Java Jazz pada 2018.

Pada tahun ini, ia sebenarnya dijadwalkan untuk meggelar konser pada Mei 2019. Sayangnya, rencana tersebut batal karena adanya demonstrasi yang berlangsung pada 22 Mei 2019.

sumber : detik.com

Mengenal Masakindongs – Startup Jual-Beli Makanan Bercita Rasa Rumahan

Diposting pada 18 Nov 2019 jam 2:33pm
Bernard G Dhiko, CEO dan founder Masakindongs

Istilah Startup saat ini tidak asing terdengar ditelinga generasi milenial, banyaknya startup yang bermunculan menandakan bahwa  anak-anak muda turut ikut ambil bagian dalam memajukan industri dalam bidang teknologi . Kini startup sudah masuk dalam urusan dapur. Meskipun makanan kekinian dan cepat saji sedang populer, ternyata masakan rumahan masih memikili daya tarik tersendiri.  Sekarang ini bila ingin menikmati makanan kesukaan atau rindu masakan rumahan dapat dilakukan secara online. Cukup menginstal aplikasi, kemudian memesan makanan  yang diinginkan, lalu makanan akan dimasak dan diantarkan ke rumah Anda.

Bernard G Dhiko, founder & CEO Masakindongs.com terpikir untuk membuat startup ini karena pengalaman pribadinya. Disaat istrinya memutuskan resign dari perusahaan swasta dan memilih untuk mengasuh anak dirumah, mulai munculah ide bagaimana mengembangkan hobi masak sang istri sekaligus dapat menghasilkan uang tambahan dari rumah tanpa harus meninggalkan kewajiban sebagai  istri dan ibu bagi anaknya.

Menurut founder, yang merupakan lulusan Strata 2 di salah satu universitas di Indonesia ini, menampilkan aneka makanan nusantara dengan gaya masakan rumahan secara online, konsumen langsung dapat memilih makanan yang sesuai selera mereka. Selain itu juga dapat memenuhi  hasrat para konsumen yang “kangen” dengan favorit masakan keluarga tetapi tidak bisa mewujudkannya karena tinggalnya berjauhan. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat mengobati  kekangenan konsumen akan masakan rumahan tanpa harus repot, tinggal lewat satu aplikasi masakindongs.com.

Bagaimana Bisnis Model Masakindongs?

Menghubungkan antara orang-orang yang bersedia untuk memasak di dapurnya yang dalam hal ini disebut koki, dengan orang-orang yang ingin membeli makanan yang dimasak. Mereka dapat terhubung dalam satu aplikasi yang dapat diunduh, atau akses langsung melalui www.masakindongs.com

Apa bedanya aplikasi ini dengan aplikasi lain yang sudah ada?

Pada aplikasi yang sudah ada, si penjual harus melalui proses registrasi dan verifikasi yang sangat ketat, karena harus mempunyai bisnis yang benar-benar kredibel, seperti misalnya harus punya restoran, warung, kedai, atau minimal lapak di depan rumah yang memang si penjual fokus dan berprofesi sebagai penjual makanan.

Pada aplikasi masakindongs, semua orang bisa mendaftarkan diri sebagai koki dengan mudah dan gratis, dan proses jual beli dapat dilakukan dirumah tanpa harus meninggalkan kesibukan lain.

Sebagai founder, apa yang diharapkan dari aplikasi Masakindongs?

Kami menyediakan aplikasi yang gratis tanpa biaya apapun, mudah dalam proses pendaftaran, untuk membantu ekonomi keluarga-keluarga di Indonesia, serta membantu orang-orang yang rindu masakan rumahan untuk menikmati hidangan yang disediakan. Kami juga berharap dengan adanya aplikasi ini, dapat menjunjung kearifan lokal dengan melestarikan masakan-masakan daerah yang merupakan masakan warisan nusantara.

Apa persyaratan untuk menjadi koki pada aplikasi Masakindongs?

Tidak ada persyaratan khusus menjadi koki, maupun konsumen untuk mendaftarkan dirinya di aplikasi Masakindongs. Bahkan koki tidak harus punya tempat khusus, seperti ruko, restoran, warung dan sebagainya. Cukup daftarkan masakan yang mau di masak, masak dari dapur sendiri, langsung bisa jualan.

Bagaimana untuk menjaga kualitas rasa makanan dalam hal pengiriman?

Pengguna yang aktif dalam aplikasi, baik koki maupun konsumen dibatasi oleh jarak/radius. Jadi cita rasa makanan tetap terjaga dengan baik, karena pengiriman tidak boleh lebih dari jarak yang ditentukan, dan transaksi jual beli tidak boleh dilakukan ketika melebihi jarak yang ditentukan.

(EDC)

Michael Jovan Bangun E-Commerce Buat Petani

Diposting pada 18 Nov 2019 jam 1:40pm
Michael Jovan, Pendiri TaniHub, E-Commerce untuk petani

Pada bulan Agustus tahun 2015, di Garut, sebagian besar petani tomat membuang tomat mereka karena harganya merosot tajam. Para petani hanya bisa menjual tomat seharga Rp500 per kilogram, tetapi di pasar harga tomat bisa mencapai Rp 4.500 per kilogram. Ada dua masalah, pertama, tidak ada manajemen usaha tani sehingga petani menanam dan panen tomat di waktu bersamaan akibatnya harga anjlok.

Kedua, persoalan rantai distribusi produk pertanian yang panjang, melewati banyak “tangan” yang memungut profit (baca: tengkulak), akibatnya cost distribusi yang tinggi tersebut dibebankan pada harga jual. Selain itu juga sayuran dan buah yang banyak dijual di pasar tradisional dipanen sebelum matang, karena pedagang perantara merencanakan buah dan sayur itu akan matang dalam perjalanan menuju pasar dan selama di stok di gudang, akibatnya nutrisinya sebagian rusak dan tidak lengkap.

Atas dasar itulah Michael Jovan, mahasiswa Business Information System BINUS International bersama teman-temannya mendirikan TaniHub. TaniHub adalah startup e-commerce yang membantu petani menjual secara langsung produknya kepada konsumen, sehingga melepaskan mereka dari tengkulak. Bagaimana pria kelahiran Bandung 1 November 1993 itu membangun TaniHub?. Apa saja rencananya untuk mengembangkan TaniHub ini ? berikut wawancara SWAOnline dengan Michael Jovan di kampus Binus International (03/05).

Bagaimana bisnis model TaniHub ?

Bisnis model kami buat sederhana saja, jadi petani yang punya produk bergabung dengan kami, lalu nanti produknya kami yang distribusikan ke konsumen yang memesan lewat aplikasi. Nah untuk konsumen mereka tinggal mengunduh aplikasinya lalu memesan lewat sana. Produknya beragam dari beras, sayuran, buah hingga produk peternakan seperti telur.

Seperti apa profil petani yang menjual produknya lewat TaniHub ini ?

Saat ini kami menerima semua petani mulai dari petani padi, hortikultura sampai peternak seperti ayam dan telur. Kami tidak ada batasan skala usahanya harus minimal berapa. Semuanya boleh bergabung dengan kami, syarat utamanya mereka mampu memenuhi standar kualitas dan kontinuitas. Syarat kualitas itu tidak susah juga, jadi panen di umur yang tepat dan menjaga penampilan produk agar tetap bersih dan menarik. Kedua, menjaga ketersediaannya agar terus ada stoknya. Untuk teknisnya dalam tim manajemen kami ada ahli dari IPB, yang menangani soal standar kualitas mulai dari hulu hingga pasca panen.

Jadi berapa besar margin yang didapat petani saat menjual produk lewat TaniHub dibandingkan dengan menjual lewat jalur tengkulak ?

Kami membeli 10 % di atas harga jual mereka ke middle man (tengkulak), tetapi sebenarnya poin pentingnya adalah mereka akhirnya bisa merasakan menjual langsung produknya ke konsumen. Mereka bisa punya pengalaman berhubungan langsung dengan konsumennya di kota. Karena selama ini mereka sebenarnya tidak begitu paham siapa konsumennya, apa yang diinginkan konsumennya. Dengan model bisnis ini kami memberikan mereka pengalaman baru dan membuat mereka semangat untuk menjaga kualitas dan kontinuitasnya.

Saat ini sudah berapa petani yang bergabung ?

Sekarang sudah ada 24 petani yang bergabung, mereka ada yang menghasilkan beras, sayuran, buah dan telur. Ke depan kami mau lebih fokus lagi untuk menggandeng petani beras, karena beras ini kan kebutuhan pokok yang rata-rata dibeli rutin misalnya seminggu sekali atau sebulan sekali. Dengan begitu kami akan punya pelanggan tetap, nah nanti produk lainnya seperti buah dan sayur untuk pembeli harian, mereka ini kan bisa jadi bukan pelanggan, mungkin hanya berbelanja sesekali.

Berapa banyak konsumen yang sudah mengunduh aplikasi ini ?

Sekarang sudah diunduh sekitar 2.000 unduhan. Ini ada ceritanya, jadi sampai dengan bulan April lalu, pengunduh kami itu baru sekitar 1.040, tetapi setelah kami ikut sebuah pameran dan booth kami dikunjungi Presiden Joko Widodo, kemudian beliau mendukung usaha ini, langsung unduhannya naik dua kali lipat. Kami bersyukur karena pemerintah memberi dukungan.

Nah, sebagian dari konsumen ini  juga sudah ada yang menjadi pelanggan tetap, terutama beras organik, seperti yang saya bilang tadi. Jadi nanti kami akan garap produk beras sebagai produk utama, sedangkan sayur dan buah sebagi produk pendukung. Karena umumnya pembeli produk beras itu akan menjadi pelanggan tetap. Saya berprinsip lebih baik punya sedikit, tetapi menjadi pelanggan tetap.

Berapa besar transaksinya per hari selama 3 bulan berjalan ?

Sekarang masih kecil, baru belasan transaksi per hari. Nantinya kalalu kami sudah fokus ke beras dan bawang, kami yakin transaksinya akan naik. Mungkin bukan jumlah transaksi tetapi volumenya. Jadi nantinya mereka yang sudah jadi pelanggan bisa belanja dengan pembayaran e-payment.

Bukankah sudah cukup banyak  e-commerce yang menjual produk pangan segar? Di mana posisi TaniHub ?

Yang kami tekankan adalah jika membeli di Tanihub artinya Anda membeli langsung dari petani, kalau yang lain kemungkinan mereka sudah tangan kedua atau ketiga. Artinya produknya datang dari tengkulak bukan langsung dari petani.

Bagaimana prospeknya ke depan, mengingat sekarang masyarakat masih mau berbelanja ke pasar tradisional dan supermarket ?

Kami sudah merancang nantinya Tanihub ini akan dibuat menjadi dua yakni Tanihub untuk ritel  yang menyasar pasar end user, lalu ada Tanihub komoditi. Nah, yang Tanihub ritel itu nantinya hanya fokus di kota-kota besar, karena kalau ke kota lapis kedua tidak akan ‘laku’, jadi dari petani langsung ke konsumen. Kedua, yang Tanihub komoditi itu nantinya dari petani ke pedagang di pasar tradisional, karena kan masyarakat masih ada yang ingin tetap ingin ke pasar sebagai bagian dari kehidupan sosialnya. Menurut saya dua-duanya prospektif dan powerful.

Apa target dan rencana pengembangan usaha ke depan ?

Rencananya nanti kami tidak hanya sebagai tempat petani menjual produk ke konsumen, tetapi nantinya dua arah, jadi si konsumen juga bisa menawarkan barang dan jasa yang dibutuhkan petani, jadi dua arah. Selain itu juga nanti tidak hanya B to C tetapi juga B to B, jadi produk petani akan kami pasarkan ke eksportir, hotel dan restoran.

Petani dan pertanian adalah bisnis yang tinggi risiko seperti hama dan bencana alam, bagaimana TaniHub akan menghadapinya ?

Dari awal kami sudah memasukkan hal itu juga dalam agenda kami. Oleh karena itu kami membuat payungnya dengan koperasi, namanya KOSPAN, Koperasi Pangan Nusantara. Ini adalah untuk menjawab situasi dan kondisi seperti gagal panen akibat hama dan bencana alam itu. Anggotanya selain petani, ada konsumennya juga, seperti yang tadi saya bilang konsumen juga nanti bisa menwarkan barang dan jasa untuk petani. Jadi nantinya hubungan antara kami, petani dan konsumen adalah mitra usaha.

TaniHub kan artinya memutus hubungan bisnis antara petani dan tengkulak, bagaimana menghadapi tengkulak yang kehilangan bisnisnya ?

Iya kami tahu, bahwa saat kita menyelesaikan satu masalah di satu sisi, di sisi lain ada masalah lain yang timbul. Oleh karena itu saya bersama seorang rekan yang paham soal lembaga keuangan mikro, mau mengajak dan mengakomodasi para tengkulak itu nantinya berkumpul dalam satu wadah keuangan mikro di tingkat desa. Jadi mereka tidak akan putus hubungan dengan petani, fokus mereka nantinya hanya untuk soal permodalan untuk petani, sedangkan soal distribusi kami yang ambil alih. (sumber SWA)

Iklan

Posting Lainnya

Arsip Berita

November 2019
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
« Dec    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930