November 13th, 2019

Lee Min Ho

Diposting pada 13 Nov 2019 jam 10:46pm
sumber : indowarta
sumber : New Straits
  • Jabatan : Aktor, Penyanyi, dan Model
  • Tempat Lahir : Seoul, Korea Selatan
  • Tanggal Lahir : 22 Juni 1987
  • Zodiak : Cancer
  • Kebangsaan : Korea Selatan
  • Pendidikan : B.A. Film & Arts
  • Tahun Aktif : 2005-sekarang
  • Agen : Starhaus Entertaiment (Korea)—IMX Inc. (Japan)—Huayi Brothers (China)
  • Situs Resmi : leeminho.kr

Lee Min Ho, artis asal Korea Selatan yang lahir di Heuk-seuk-dong, Dongjak-gu, Seoul. Lee Min Ho mulai populer  semenjak ia berakting dalam serial “Boys Before Flower” pada tahun 2009. Lee Min Ho sekarang terkenal di Korea maupun negara-negara lainnya. Pria ini memiliki dua saudara dan ia merupakan anak bungsu.

sumber : liputan6.com

Permalink  |  Dengan Tag: , , ,

Rela antre sejak Subuh demi Sepatu Merek Lokal Compass

Diposting pada 13 Nov 2019 jam 9:39pm
sumber foto: detik.com

Jakarta – Urban Sneakers Society (USS) yang digelar di District 8, SCBD, Jakarta, 8-10 November 2019, menjadi surga bagi para pecinta sneakers. Salah satu merek sneakers yang paling diincar adalah Compass.

Menariknya, Compass merupakan merek sneakers buatan anak bangsa. Di antara booth merek sneakers internasional seperti Adidas dan Nike, booth Compass justru paling ramai.

Tampilan Booth Compass juga tak kalah mencuri perhatian. Bentuknya dibuat seperti sebuah tempat pangkas rambut khas Indonesia. Di jendela kaca depan terpampang tulisan ‘Compass Sepatu Asli Indonesia’.

Gladys Kahar, anak dari pendiri Compass Gunawan Kahar, mengatakan merek sneakers asal Bandung ini sudah ada sejak 1998. Namun, baru setahun terakhir ini nama Compass mulai menggaung setelah melakukan rebranding

Menurut Gladys, Compass menawarkan sneakers yang tak kalah berkualitas dengan produk luar negeri. “Materialnya twill. Bahannya nggak setebal kanvas dan lebih lentur, jadi nyaman dipakai,” ungkap Gladys.

Sneakers seri Gazelle model hi-top menjadi salah satu produk Compass yang paling diminati. Compass juga melansir produk baru bernama Vintage 98. Harga sneakers mulai dari Rp 300 ribuan. Di USS, Compass menyediakan stok hingga 1.500 pasang sneaker

sumber : detik.com

Permalink  |  Dengan Tag: , ,

Tukangsayur.com, startup belanja bahan masakan

Diposting pada 13 Nov 2019 jam 7:33pm

Startup teknologi ternyata masuk juga ke urusan dapur. Kini, membeli bahan-bahan masakan seperti buah, sayuran maupun rempah-rempah bisa dilakukan secara online. Cukup menginstal aplikasi, kemudian memesan bahan masakan yang ingin dibeli, lalu tukang sayur pun akan segera datang ke rumah Anda. 

Chelly Triwibowo, founder dan CEO Tukangsayur.co terpikir untuk membuat startup ini karena pengalaman pribadinya. Saat isterinya mengandung, ia mencoba membeli sayuran di tukang sayur keliling yang biasa lewat di komplek rumahnya.

Sayangnya, karena rumah Chelly berada di ujung komplek, sayuran yang ada selalu tinggal sedikit dan tidak segar lagi. Ketika datang ke rumahnya pun sudah cukup siang. “Dari situ muncul ide kenapa nggak dibuat online saja” kata Chelly saat ditemui di kantornya di daerah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. 

Menurut Chelly, dengan menampilkan sayuran dan bahan masak lainnya secara online, konsumen bisa mendapatkan pilihan barang yang ia inginkan lebih banyak dan lebih segar. Selain itu menurut Chelly, dengan adanya sistem pembelian secara online, harga yang ditawarkan kepada konsumen bisa lebih ditekan lagi. Sistem pre order juga membuat tidak ada barang yang terbuang sehingga lebih efisien. 

Tersebar di berbagai wilayah

Dalam operasionalnya, Tukangsayur.co bekerja sama dengan agen di pasar-pasar tradisional. Agen tersebut bisa pedagang tradisionalnya langsung maupun siapa saja dengan berbagai latar belakang. Para agen akan menyiapkan sayuran dan barang lain yang dipesan, mengemasnya kemudian mengirimkan langsung ke rumah pembeli.

Mengingat sayuran harus diantarkan dalam keadaan segar, maka wilayah pengiriman agen dengan konsumen pun tidak boleh terlalu jauh. Tukangsayur.co menggunakan sistem lokasi di mana para agen hanya bisa mendapatkan order di radius 3 km saja. “Teknologi kita itu kan location bassed service. Jadi agen kita itu hanya menangani di dalam radius 3 km” ujarnya. 

Chelly mengungkapkan bahwa, pihaknya masih mengandalkan stock dari pasar tradisional namun akan membuka kerjasama langsung dengan petani. “Kita sourcenya saat ini masih dari pasar tradisional. Kita belum terkoneksi dengan farm. Tapi ada saatnya nanti tekoneksi dengan farm.” ujarnya. Namun, khusus untuk produk organik, saat ini pun pihaknya sudah terhubung dengan para petani di daerah Sukabumi. 

Namun dengan sistem stock barang dari pasar tradisional, secara tidak langsung membuat proses scale up untuk startup yang Chelly dirikan tersebut menjadi jadi lebih cepat. Sejak berdiri tahun 2016 lalu, dengan wilayah operasional di Jabodetabek, Tukangsayur.co kini juga hadir di 14 kota di Indonesia seperti Bandung, Jogja, Semarang, Gresik, Surabaya hingga Bali. 

Sama hal nya dengan startup yang berkembang pada saat ini, Tukangsayur.co menggunakan model bisnis sharing economy. Ada pembagian antara agen dengan Tukangsayur.co sebesar 80%:20%. Siapapun dapat menjadi agen dan mendapatkan penghasilan dari order yang masuk. 

Untuk mendapatkan order, mereka harus melakukan top up deposito ke Tokosayur.co, mirip seperti pada layanan transportasi online. Sementara untuk mendaftarnya, mereka akan terlebih dahulu mendapatkan pelatihan agar memberikan pelayanan yang baik seperti pengemasan dan sebagainya. Chelly mengklaim, agen yang sudah sukses saat ini dapat menghasilkan pendapatan kotor sebesar 500 ribu rupiah per hari. 

sumber: elshinta.com

Kisah sukses Jason Lamuda Pendiri Berrybenka.com

Diposting pada 13 Nov 2019 jam 12:42am

Menjadi seorang pebisnis di bidang digital tidak mudah, sejumlah tantangan besar akan selalu menghampiri setiap saat. Dunia digital selalu mengalami perkembangan yang sangat pesat, itulah mengapa pebisnis di bidang ini membutuhkan mental dan juga motivasi yang luar biasa besar.

Berbagai kendala sangat mungkin dialami oleh para pebisnis startup, terutama mereka yang memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi. Hal serupa juga dialami oleh Jason Lamuda, yang sukses menjalankan bisnisnya hingga dapat bertahan dan berkembang dengan pesat seperti sekarang ini.

Bersama rekannya Ferry Tenka, Jason mendirikan Disdus sebagai awal karirnya di bisnis digital. Bisnis pertamanya ini berjalan dengan sukses, hingga pada akhirnya di tahun 2011, Groupun melakukan akuisisi pada Disdus. Jason membuktikan kemampuannya dalam menjalankan bisnis dengan baik, dengan modal ini Jason kembali memulai usahanya dari nol dan mendirikan bisnis keduanya yang tak kalah sukses dari Disdus.

Setelah melepas Disdus ke tangan Groupon, Jason kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam membangun sebuah bisnis digital. Dengan kemampuannya yang baik, Jason mendirikan Berrybenka dan meniti kembali kesuksesannya di dunia bisnis. Tidak perlu waktu yang lama, Berrybenka berkembang dengan sangat pesat dan mengalami pertumbuhan bisnis yang luar biasa.

Di tangan Jason, Berrybenka bukan hanya menyasar pada sektor yang itu-itu saja, namun bisnis ini berkembang dan memiliki kemampuan bertumbuh semakin baik setiap harinya. Bukan hanya itu saja, Jason juga memperluas jangkauan pasar Berrybenka dengan cara menyediakan beragam kategori produk yang lebih variatif, seperti: make-up, kecantikan, dan bahkan beberapa apparel olah raga. Hal ini tentu akan menjadi sebuah nilai jual Berrybenka di tengah-tengah ketatnya persaingan di antara bisnis online yang berkembang di Indonesia.

sumber:https://www.finansialku.com/

Nagita Slavina Diberikan Hadiah Kartu Kredit oleh Raffi Ahmad

Diposting pada 13 Nov 2019 jam 12:33am

Raffi Ahmad makin romantis walaupun banyak kabar tidak sedap menerpa rumah tangga mereka.  Raffi Ahmad memberikan kado spesial yaitu sebuah lagu untuk Nagita

Selain itu Raffi memberikan hadiah tak biasa kepada Nagita Slavina. Ia memberi sebuah kartu kredit untuk digunakan istrinya selama berlibur bersama.

Mah sini deh mah. Papah punya surprise buat mama,” kata Raffi kepada Nagita.

Baju,” kata Rafathar.

Engga bukan baju,”kata Raffi.

Rupanya pengusaha tajir melintir ini memberikan istrinya kartu kredit dengan limit yang cukup besar, untuk digunakan selama liburan.

Iklan

Posting Lainnya

Arsip Berita

November 2019
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
« Dec    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930