Tren Musim Panas Model Maxi Dress0 Komentar

Oleh Rakadewa
Diposting pada 24 Jul 2010 jam 10:36pm

Berbagai gaun berukuran maxi kembali menjadi tren untuk menghabiskan musim panas. Model gaun dengan panjang hingga mata kaki itu, bisa membuat gaya siapa saja terlihat lebih anggun dan berkelas.

Jika sekitar tiga musim panas lalu model maxi dress kebanyakan terinspirasi dari gaya bohemian ikon fesyen Sienna Miller, saat ini model gaun yang ditawarkan terlihat lebih sederhana. Misalnya saja, berbagai maxi dress berbahan kaos lembut dan tersedia dalam berbagai nuansa abu-abu, beige, dan hijau.

Tren Musim Panas Model Maxi Dress

Berbagai model maxi dress juga terdapat dalam koleksi musim semi/musim panas rancangan desainer Stella McCartney yang lalu. Selain itu, berbagai merek high street juga mengadopsi gaya ini dengan penuh semangat dalam berbagai koleksi busana musim panas mereka.

Oasis memiliki gaun panjang yang dipotong indah dari bahan kaos. GAP menawarkan versi khaki yang menawan, sedangkan Dorothy Perkins memiliki maxi dress berlengan pendek dengan harga terjangkau.

Keuntungan mengenakan maxi dress adalah Anda tidak perlu khawatir dengan kaki yang belum dicukur. Sebab, betis Anda sepenuhnya tertutupi panjang gaun. Pastikan memilih gaun dengan panjang hingga ke pergelangan kaki.

Resesi telah melahirkan butterfly consumer yang lebih memilih koleksi ready-to-wear, yang mereka anggap memiliki value for money. Sebaliknya, industri haute couture tersingkir, semakin terdesak ritel yang terus berkembang.

Kendati demikian, di Paris, adibusana masih menjadi sebuah niche dalam dunia mode yang tidak tergantikan. Untuk itu, para desainer menyadari bahwa merekalah yang harus berubah dan menyesuaikan diri dengan pasar yang berlaku. Salah satu bentuk adaptasi pasar yang dilakukan para couturier di panggung Paris Haute Couture adalah dengan menghadirkan koleksi yang lebih wearable dan adaptable ketimbang gaya avant-garde.

Rancangan bergaya klasik yang tak lekang waktu mendominasi catwalkcouturier asal Lebanon, mengatakan, pergeseran desain tersebut menjadi esensial untuk dilakukan dalam industri adibusana untuk menyiasati iklim finansial yang mendesak. Bagi konsumen sekarang, harga koleksi haute couture yang bisa mencapai lebih dari USD100.000 untuk sebuah gaun, terasa mencekik leher. Karenanya, mereka berpaling kepada koleksi ritel yang bekerja sama dengan desainer untuk mendapatkan produk dengan nilai lebih. Sementara, para desainer menganggap harga tersebut adalah wajar, mengingat adibusana bukanlah sekadar busana melainkan seni, the art of fashion dengan detail apik yang terselip untuk memberi sentuhan eksklusif.

Elie Saab, Haute couture bukanlah ready-to- wear, kami tidak memperlakukan kedua koleksi tersebut sama. Namun, untuk menyiasati iklim ekonomi saat ini, desainer harus bisa menurunkan sisi avant-garde dan menyesuaikan dengan keinginan pasar tanpa meninggalkan prinsip desain,” papar Saab.

Pendapat Saab rupanya juga dianut semua desainer yang beraksi di panggung Paris Fashion Week. Koleksi yang ditawarkan lebih konservatif, seperti halnya maxi dress berhias sequin ataupun ballgown dengan embellishment minimal.


Baca Juga:
Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>