Tren Gaun Pengantin 20101 Komentar

Oleh Rakadewa
Diposting pada 25 Jul 2010 jam 10:22pm

(foto : payetgaunpesta.com)

Untuk tren gaun pengantin 2010 lebih mengarah pada elegan, namun kesan bling-bling akan ditinggalkan. Bukan dengan taburan kristal swarovski yang berlebihan yang menimbulkan kesan terlalu glamor, tapi kemewahan sesungguhnya bukan terletak pada kristal tetapi struktur dan garis rancang,” ucap Chenny saat konferensi pers Grand Wedding Expo XII di Hotel Alila, Jakarta Pusat.

“Pilihan warna tidak lari dari pakemnya, yaitu konsisten dengan putih, off white, atau krem. Selain itu, masih didominasi dengan model bustier,” jelasnya.

“Agar semua teratah, maka bagi pasangan calon pengantin yang ingin menikah, yang pertama dilakukan adalah harus ada keterbukaan mengenai berapa jumlah dana yang dimiliki kedua keluarga. Lalu dikomunikasikan mengenai konsep pernikahan seperti apa yang ingin dilangsungkan, kemudian lokasi pernikahannya baik dari desain interior, apakah akan bertempat di dalam atau luar ruangan. Baru kemudian busana pengantin untuk kedua calon mempelai,” imbuhnya.

Berangkat dari konsep tradisional, kebaya dengan perpaduan gaya barat dan adat timur (When East Meet West) begitu kuat menghasilkan tampilan kebaya pengantin yang terkini dan banyak diminati.

Saat menghadiri undangan pernikahan, kita selalu tertarik dengan kebaya pernikahan yang dipakai oleh pengantin wanita. Kebaya pernikahan tersebut mampu menjadi daya tarik, entah dari modelnya, motif, warna, dan sebagainya.

Gaya busana pengantin tradisional di Indonesia yang umumnya berbasis kebaya, sudah mulai banyak menawarkan sentuhan modern. Baik mempelai, keluarga mempelai, serta tamu-tamu undangan, lebih banyak memakai kebaya.

Kebaya tradisional yang dipadukan dengan modifikasi motif modern mampu membuat tubuh wanita dengan postur apapun terlihat lebih seksi, langsing, namun tetap elegan. Konsep inilah yang ingin dipersembahkan oleh salah satu designer terkemuka Indonesia, Valentino Napitupulu. Menyikapi tren busana yang terus berkembang dari tahun ke tahun, terinspirasi Valentino untuk menyatukan dua gaya dan adat barat timur dalam satu padanan yang apik.

“Rancangan untuk tahun ini memang lebih ke perpaduan barat dan timur. Dengan sedikit permainan motif yang tepat, kebaya tradisional yang dipakai oleh calon mempelai bisa menjadi solusi bagi postur tubuh yang tidak ideal,” jelasnya kepada Upeks usai peragaan busana kebaya pengantin tradisional modern pada Wedding Exhibition 2010 Hotel Clarion & Convention, Jumat (12/3).

“Tren 2010 warna yang dipakai tidak lagi terpaku pada warna putih, krem atau putih tulang semata tetapi warna-warna cerah seperti ungu, abu-abu, merah dan hijau mulai dimainkan. Untuk aksesoris rambut agar lebih cantik dipakaikan bando dengan kesan tradisional. Bahkan kebaya pengantin terlihat anggun dengan bagian belakang yang panjang menjuntai ke bawah,” ungkapnya.

Kebaya warna putih dan kuning gading dengan aplikasi warna-warni bunga yang tampak menyembul juga tak kalah menarik. Kesan tradisional kembali dihadirkan dengan paduan bawahan seperti songket sumatera atau sutera. Sebagaimana kebaya pada umumnya, kemewahan kebaya pengantin ini pun terasa pas dituangkan pada bahan yang ringan, transparan, bahan melambai seperti sutra, satin, dan sifon.


Baca Juga:
Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

1 Komentar

  1. locanojakarta@yahoo.com

    gaun yang indah ….