Peluang Indonesia Menjadi Kiblat ‘Islamic Fashion’ Dunia1 Komentar

Oleh Rakadewa
Diposting pada 24 Jul 2010 jam 10:00pm

Indonesia berpeluang besar menjadi kiblat busana muslim dunia, mengingat negeri ini memiliki populasi umat Islam terbanyak, serta kekayaan kultur dari ribuan suku yang tersebar di pelosok Nusantara.

“Kondisi ini merupakan suatu aset yang sangat berharga dan tak dimiliki oleh negara lain,” kata Hamdan, Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan UMKM dan Industri Pariwisata, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, hari ini di kantornya.

Peluang Indonesia Menjadi Kiblat 'Islamic Fashion' Dunia

Dia menyebutkan sumbangan ekonomi dari industri mode dunia secara keseluruhan pada 2008 mencapai US$1,7 triliun, 20% di antaranya berasal dari pakaian dan aksesoris busana muslim.

Gilarsi W. Soecipto, Ketua Indonesia Islamic Fashion Consortium (IIFC) mengatakan walau perkembangannya cukup menjanjikan, sayangnya hingga saat ini tidak ada satupun dari negara Islam di dunia yang memainkan peran signifikan dalam mengkapitalisasi kue ekonomi yang cukup besar ini.

“Mengingat Indonesia merupakan negara berpopulasi muslim terbesar di dunia, kita berpeluang menjadi negara pemasok terbesar bagi pasar mode busana muslim,” ujarnya pada paparan kegiatan IIFC.

IIFC yang berperan sebagai pemerhati sekaligus pengarah potensi industri busana muslim Indonesia bisa menjadi salah satu ikon value of Indonesia. “Ini dapat meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia di kancah internasional sekaligus menjadi solusi alternatif dalam penyediaan lapangan pekerjaan di Indonesia,” imbuh Gilarsi.

Namun untuk mencapai itu dibutuhkan kerja keras. “Terutama dalam mengembangkan upaya komersilisasi potensi dan pembentukan nilai yang lebih tinggi melalui pendekatan branding dan pasar modern,” jelas Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Perancang Muda Indonesia (APPMI) yang juga menjadi Fashion Director IIFC, Taruna K Kusmayadi.

“Indonesia berpeluang besar menjadi kiblat ‘Islamic Fashion’ dunia, karena sebagian besar penduduk Indonesia beragama Islam dan memiliki kekayaan kultur dari ribuan suku yang tersebar di nusantara,” kata direktur Indonesia Islamic Fashion Consortium (IIFC), Gilarsi W Setijono, pagi ini.

Selain itu, katanya, Indonesia memiliki ratusan perancang busana kelas atas yang mampu mengembangkan mode busana muslim. “Kondisi itu merupakan aset yang sangat berharga dan tidak dimiliki oleh negara (muslim) lain di dunia,” katanya.

Dijelaskan, pasar mode busana dan aksesoris pakaian muslim di dunia cukup besar mencapai 20 persen dari total pasar industri mode yang pada tahun 2008 mencapai 1,7 triliun dolar AS.


Baca Juga:
Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

1 Komentar

  1. setiadi

    saya kira bukan karena populasi islam terbesar yang akan menentukan kiblat islamic fashion dunia, tetapi justru karena fashion yang satu ini bukanlah fashion yang layak untuk dikembangkan sebagai budaya kecantikan. Jadi sangat aneh bila orang membawa baju muslim dengan niatan menghias diri.