Nasib Ariel Peterpan Di Monumen Nasional7 Komentar

Oleh Dicky Wijaya
Diposting pada 05 Jul 2010 jam 7:19pm
Ariel Peterpan

Ariel Peterpan

Di antara sejumlah grup band dan penyanyi, hanya Ariel dan rekan-rekannya yang masuk museum. Patung replika enam personel pendiri Peterpan itu dipajang di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, sejak 3 Desember 2009 silam. Suatu hal yang jarang dilakukan band-band di Indonesia, bahkan di dunia.

Sebagai grup band yang fenomenal di industri musik Indonesia Peterpan layak mendapatkan penghargaan. Indrawati Widjaja alias Acin selaku Eksekutif Produser Musica Studio, mempersembahkan satu replika patung grup band itu dipajang di Monumen Nasional.

Menurut Acin, Peterpan layak untuk diabadikan karena telah menorehkan banyak prestasi. Grup band yang digawangi oleh Ariel (vokal), Ukie (Gitar), Reza (Drum), Lukman (Gitar) dan dua personelnya yang telah hengkang ; Andhika (keyboard) dan Indra (Basis) telah berhasil mengeluarkan empat album greatest, 30 lagu hits, dan lebih dari lima juta kopi albumnya terjual di pasaran.

Meski senang mendapat apresiasi besar dari Musica Studio yang menaungi produksi albumnya selama ini, Ariel rupanya tidak “pede” ketika patungnya diabadikan satu atap dengan beberapa patung pahlawan nasional di museum itu, 3 Desember 2009 lalu.

Ariel sempat dihinggapi keraguan saat mengetahui patungnya akan diletakkan di tempat bersejarah itu. Ia merasa tidak pantas disandingkan dengan para pahlawan. “Pantas nggak patung kami ditaruh di sini. Tapi setelah dijelaskan, akhirnya kami setuju.

Apalagi, tujuannya baik untuk mengundang orang datang ke museum. Kalau dibilang, sih, rasanya belum pantas,” ungkap pemilik nama lengkap Nazriel Irham itu.

Ariel merasa lega karena patungnya ditempatkan di area komersial atau area publik yang jelas terpisah dengan tempat para pahlawan. Dengan begitu ketidakpercayaan diri mereka luntur karena replika personel Peterpan jelas tak sejajar dengan para pahlawan yang diabadikan dalam museum itu. “Patung ditaruh di publik area atau komersial area. Jadi nggak sama, sama pahlawan lainnya,” kata lelaki kelahiran Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, 16 September 1981 itu.

Patung yang disebut-sebut membanggakan itu, justru dianggap Ariel sebagai pelepas rasa rindu. Artinya, jika orang kangen Peterpan, datang saja ke Museum Nasional Jakarta. “Kalau semuanya demi kepentingan Sahabat Peterpan, kenapa tidak. Yang paling penting, kita merasa berterima kasih, karena mendapatkan penghargaan membanggakan dari Musica,” kata kekasih Luna Maya itu.

Namun demikian, pencapaian tersebut tidak menjadikan Ariel dan Peterpan jumawa, apalagi merasa sejajar dengan para pahlawan. “Nggaklah. Kita bukan seperti itu. Kita nggak berubah dan kita tak pantas disejajarkan dengan pahlawan yang banyak berjasa kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Menurut Ariel, apa yang sudah terjadi itu lebih untuk menyenangkan dan menguntungkan banyak pihak, terutama sahabat Peterpan. Maksudnya, bukan untuk Peterpan semata, tetapi lebih untuk orang lain. Mulai dari pihak museum, sampai keuntungan bagi sahabat Peterpan agar lebih mengetahui dan merasakan manfaat mengunjungi museum. “Selain itu, mereka jadi rajin mengunjungi semua museum, terutama Museum Nasional. Setidaknya bisa melihat patung Peterpan, kalau lagi kangen sama Peterpan yang sudah bubar,” ujar Ariel.

Sayangnya, belakangan beredar video porno mirip Ariel dengan Luna Maya dan Cut Tari . Kenyataan itu, memunculkan desakan dari luar agar pihak Museum Nasional segera menurunkan patung grup band tersebut. Alasannya, karena citra dan reputasi Ariel di masyarakat telah berubah 180 derajat. “Sudah saatnya keberadaan patung itu diganti dengan tokoh-tokoh musik lain yang lebih penting, lebih melegenda, dan sangat berpengaruh dalam sejarah perkembangan musik di negeri ini,” ujar Agus, salah seorang penggemar musik.


Baca Juga:
Iklan