HSBC Menggandeng Industri Fashion Crocs0 Komentar

Oleh Rakadewa
Diposting pada 09 Aug 2010 jam 11:03pm

HSBC Menggandeng Industri Fashion Crocs

Tingkat konsumsi masyarakat di bidang fashion dipastikan mengalami lonjakan cukup signifikan jelang Lebaran. HSBC memanfaatkan peluang ini untuk menggenjot transaksi lewat kartu kreditnya.

Senior Vice President Marketing Cards HSBC Indonesia Danny Hadyan mengatakan, industri fashion dalam dua tahun terakhir tumbuh sekitar 34 persen dengan nilai Rp 3 triliun-Rp 4 triliun. ”Dunia fashion masih sangat potensial dilirik,” kata Danny di sela HSBC Crocs Give Back 2010: Rocks Surabaya kemarin (4/8).

Berbagai terobosan dilakukan perbankan untuk menggaet nasabah. Misalnya, yang dilakukan HSBC dengan menggandeng industri fashion. Bank asing yang berpusat di Inggris itu memanfaatkan betul booming industri fashion untuk menggenjot transaksi kartu kredit sekaligus menggaet nasabah baru.

Selain mendongkrak omzet, lanjut dia, dengan menggandeng industri fashion, HSBC berupaya meningkatkan pemegang kartu baru. ”Sampai saat ini, sudah ada 850 ribu orang. Akhir tahun nanti diharapkan dapat menembus satu juta orang,” tuturnya.

Kali ini di Surabaya HSBC melirik produsen sepatu Crocs. Menurut Danny, Crocs dipilih lantaran tidak sekadar brand, tapi sudah menjadi lifestyle. ”Animo masyarakat terhadap brand ini sangat bagus,” imbuhnya. Crocs Fair sudah dua kali diselenggarakan di Jakarta, namun di Surabaya baru kali ini. ”Kami optimistis transaksinya bisa tembus Rp 4 miliar. Di Jakarta animonya sama,” lanjutnya.

Crocs Fair sudah dua kali digelar di Jakarta. Di Surabaya baru kali ini dan digelar pada 4 hingga 8 Agustus. “Kita optimistis transaksi bisa tembus Rp 4 miliar,” lanjutnya.

“Di Jakarta, pameran lima hari laku 109.000 pasang sepatu maupun sandal. Kita sengaja pasang diskon mulai 30-70 persen jelang Lebaran karena animonya pasti bagus,” katanya.

Direktur Operasional PT Metrox Lifestyles (distributor tunggal Crocs) Aswadi menambahkan, untuk pameran di Surabaya, disediakan 104.900 pasang sepatu dan sandal anak serta dewasa kategori pria dan wanita. ”Di Jakarta, pameran lima hari laku 109.000 pasang sepatu maupun sandal. Kami sengaja pasang diskon mulai 30-70 persen menjelang Lebaran karena animonya pasti bagus,” katanya.

Harga Crocs sebelum diskon yang diikutsertakan Crocs Fair rata-rata Rp 400.000-Rp 900.000. Setelah diskon, ada yang harganya sampai Rp 104.000. Pemegang kartu kredit HSBC mendapat tambahan diskon 15 persen. Sejak April 2008, Crocs mencatat penjualan 135 persen dari target per tahun. Kontribusi Surabaya sekitar 10 persen.

Penjualan terbesar Crocs kategori sepatu dan sandal wanita memiliki porsi sekitar 32 persen, kategori unisex 30 persen, anak-anak 22 persen, sisanya sandal dan sepatu pria. Outlet mandiri Crocs saat ini 23 secara nasional, plus empat outlet kerja sama distributor. ”Minggu kedua jelang Lebaran, biasanya terasa lonjakannya. Tahun lalu juga begitu,” ujarnya.

Untuk itu, dunia fashion masih sangat potensial dilirik. “Kali ini kita melirik produsen sepatu Crocs, mengingat Crocs tidak sekadar brand, tapi sudah menjadi life style. Animo masyarakat terhadap brand ini bagus,” jelasnya.

Sejak April 2008, Crocs mencatat capaian penjualan 135 persen per tahun, kontribusi Surabaya sekitar 10 persen. “Arus sepatu impor China tinggi, tapi kita tidak khawatir karena segmen produk kita cukup loyal,” kata Aswadi.

Di Surabaya baru ada tiga dan akan dibuka dua outlet mandiri akhir 2010. “Kalau termasuk di dept store ada 37 outlet. Tahun ini kita ekspansi ke Jateng dan Sumatera,” pungkasnya.


Baca Juga:
Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>