Film Menjadi Media Untuk Meningkatkan Kesadaran pada HIV/AIDS0 Komentar

Oleh Marwan
Diposting pada 04 Dec 2012 jam 9:23pm

Satu lagi film yang berkualitas akan hadir di belantika perfilman Indonesia. Film tersebut berjudul ‘Cinta dari Wamena’, film yang menggambil tempat syuting di Wamena Papua itu siap dirilis untuk menyambut Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember lalu. Tujuan dari penggarapan film itu selaian sebagai media hiburan, film itu juga  mempunyai misi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya HIV / AIDS.

Film yang disutradarai oleh Lasja F.Susatyo itu menceritakan tentang tiga sahabat yaitu Litius (Maximus Itlay), Tembi (Benyamin Lagowan), dan Martha (Madonna Marrey) yang mempunyai impian untuk tetap bersekolah, sampai akhirnya mereka sampai di Wamena, disanalah mereka dapat bersekolah gratis.

Ketika sampai di Wamena, ujian pun datang dalam persahabatan dan impian mereka pun diuji dengan gaya hidup permisif, wabah AIDS yang melanda remaja Papua menambah permasalahan yang cukup pelik. Film yang mempunyai misi mulia itu juga menampilkan keindahan alam kota-kota di Papua.

Pada saat konferensi pers di Blits Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Selasa, 4 November 2012 sang sutradara Lasja Susantyo mengungkapkan bahwa filmya itu bermaksud untuk mencoba meningkatkan kesadaran masyarakat Papua terutama tentang masalah HIV/AIDS. Dalam film ini digambarkan bagaimana HIV itu ada obatnya dan di Papua itu ada tempatnya.

Sang Produser, Ronald Gunawan pun juga ikut menyuarakan pendapatnya tentang film itu, menurutnya semua anak-anak di Jayawijaya mempunyai semangat yang tinggi, mereka tidak mudah mengeluh meskipun harus bersekolah dengan jalan kaki berkilo-kilo meter. Film itu bagus dan patut untuk ditunggu kehadirannya.

Nicholas Saputra dan Susan Bachtiar akan membintangi film itu. Rencananya film itu akan dirilis pada bulan Maret 2013, kabar penggarapan film yang mengandung edukasi ini pun mendapat dukungan AusAID dan The Ford Foundation.

Salah satu pihak dari AusAID mengungkapkan bahwa mereka sangat bangga dapat bergabung dalam proyek itu. Film pun juga dapat digunakan sebagai media alternative untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang mereka yang hidup dengan HIV.


Baca Juga:
Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>