Andalkan Segi Cerita, ‘Nyong Mutiara Hitam’ Hindari Tayang Stripping0 Komentar

Oleh Marwan
Diposting pada 18 Nov 2012 jam 9:40pm
Nyong Mutiara Hitam

Nyong Mutiara Hitam

Perkembangan industry sinetron terus mengalami perkembangan pada dekade belakangan ini. Pada era 1998 ada banyak judul sinetron yang tayang seminggu sekali, namun si era millennium di tahun 2000-an ini sinetron telah banyak hadir di layar kaca dengan mengambil lebih porsi penayangannya dengan tampil stripping setiap hari.

Kehadirannya itu sendiri kian banyak diminati penonton. Hal ini menunjukkan bahwa program drama televisi itu mendapatkan rating tinggi dan mendapat tempat khusus tersendiri bagi sebagian besar penikmat televisi.

Namun perkembangan sinetron yang tayang secara stripping ini dari waktu ke waktu semakin tidak jelas arahnya. Cerita sinetron sekarang banyak yang terlihat tidak wajar, dengan alur drama yang tampak terlalu dibuat-buat dan dipaksakan sehingga cenderung mengawang-awang yang membuat publik terseret ke dalam kisah yang tak masuk akal.

Mengetahui fenomena tersebut, Ade M.Nur Ngudu sebagai produser berusaha merubah pola sinetron yang makin marak. Menurutnya, ukuran kualitas sebuah sinetron bukan dilihat dari seberapa banyak jam tayang untuk disiarkan.

Ia pun menggandeng sutradara Si Doel Anak Sekolahan Agus Pattiranie, saat ini Ade pun berusaha mengikuti nilai positif yang disuguhkan sinetron betawi itu lewat sinetron Nyong Mutiara Hitam yang ia produseri.

Saat ditemui detikHot, pada Jumat, 16 November ia mengatakan sebenarnya sinetron yang baik itu mengandalkan dari segi cerita. Dulu Si Doel Anak Sekolahan tayang seminggu sekali, namun ceritanya dapat memikat banyak orang, tidak perlu sampai stripping.

Hasil garapannya ini rencananya akan ditayangkan di MNCTV, sinetron itupun dijanjikannya akan menjadi tayangan yang menarik dan positif  bagi keluarga. Kisah cerita fokus pada sosok seorang pemuda asal Tidore. Alur natural yang terdapat dalam sinetron Nyong Mutiara Hitam ini akan Nampak bagus dan tak menguras kisah sedih seperti kebanyakan sinetron lainnya yang terkesan monoton.

“Kami berusaha untuk tidak mengikuti sinetron mainstream yang ada sekarang. Cukup lewat kekuatan cerita yang akan ditonjolkan melalui budaya dan keindahan Pulau Tidore,” ungkapnya.


Baca Juga:
Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>